Selasa, 10 Desember 2013
Standar Internasional Pengamanan
Perumusan standar internasional, dimanfaatkan oleh negara-negara maju untuk mempengaruhi persaingan dan sofistikasi pasar global dimasa datang. Isu global, seperti keselamatan manusia/ pekerja, kesehatan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, bahkan penjaminan keamanan menjadi faktor yang penting dalam perkembangan standar internasional. Maka akan menjadi kendala tersendiri bagi negara yang tidak memiliki sistem standarisasi yang baik. Itu artinya bahwa negara yang tidak mengikuti standar internasional, secara pelan dan pasti akan tersisih dari persaingan global.
Indonesia juga harus mengikuti standat internasioanal tertentu sesuai kebutuhan, agar Indonesia dapat diterima dalam tata pergaulan masyarakat internasional, tidak terkecuali dalam hal standar keamanan. Cakupan dari sasaran standar pengamanan adalah suatu instalasi atau area, yang juga mengikuti batasan-batasan yang biasa dituntut oleh standar internasional. Hal ini berlaku bukan hanya terhadap badan, lembaga dan perusahaan milik negara yang vital dan penting, tetapi juga terhadap perusahaan atau lembaga swasta. Kalau dulu pengamanan dimaksudkan untuk sekedar mencegah dan menanggulangi ancaman. gangguan, hambatan dan tantangan (AGHT) dari kejahatan konvensional yang motifnya kriminal murni, maka untuk saat ini pengamanan mencakup pula terhadap informasi penting yang tidak boleh bocor, baik bagi pihak yang tidak berkepentingan maupun terhadap para pesaing. Misalnya hal yang berkaitan dengan segmen pasar, strategi pemasaran, atau suatu produk tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan dan pengamanan tidaklah semata-mata ditujukan pada bangunan fisik tetapi juga hal-hal yang non fisik yang menjadi ”core business” perusahaan atau badan tersebut.
Apabila hal-hal tersebut dikaitkan dengan tugas pokok kepolisian maka artinya bahwa kemampuan kepolisian juga harus tumbuh berkembang, agar dinamika-dinamika yang terjadi dapat tetap terkelola secara baik dan tidak sampai mengganggu proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi, keberlangsungan industri, produksi dan sebagainya. Pemikiran-pemikiran yang bersifat antisipatif dan prediktif tentang ancaman terhadap keamanan saat ini dan di masa depan itulah yang akhirnya memunculkan kebutuhan akan ”standart security management system”.
Kini pengamanan tidak lagi hanya dilihat sebagai kemampuan seorang menjadi satpam yang baik, kapabel dan disegani, tetapi merupakan suatu bisnis, bagaimana mengelola tugas pengamanan dalam suatu sistem nilai, aturan, perencanaan, pembinaan, konsultasi, komunikasi, pengendalian dokumen, penangan keadaan darurat, pengendalian resiko, analisa dan auditing. Isu standar keamanan akhirnya juga disusul dengan munculnya lembaga-lembaga publik yang menggarap segmen penyiapan pengawakan keamanan, dan sistem yang dituntut oleh standart itu sendiri. Di Indonesia kemudian tumbuh berkembang BUJP-BUJP (badan usaha jasa pengamanan), CPTED (crime prevention through environment design), dan juga asosiasi-asosiasi yang menangani jasa pengamanan, seperti AMSI (asosiasi manager security Indonesia), ABUJAPI, dan lain-lain.
Dalam mengemban tugas menjamin keamanan dan ketertiban, Kepolisian sesuai UU Kepolisian dibantu oleh Kepolisian khusus, penyidik PNS (pegawai negeri sipil) dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa. Dengan demikian hubungan antara Kepolisian dengan ketiga komponen pembantu tugas-tugas kepolisian tersebut adalah hubungan fungsional yang bersifat pembinaan dan koordinatif. Satpam adalah bentuk pengamanan swakarsa, dengan demikian hubungan petugas kepolisian dengan satpam adalah bersifat pembinaan dan koordinatif dalam tugas-tugas pengamanan dalam area yang menjadi tanggungjawab satpam tersebut. Untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, satpam diberikan kewenangan kepolisian terbatas, yang kemampuan dan ketrampilannya harus senantiasa dibina oleh kepolisian sebagaimana amanat perundang-undangan.
Mengingat bahwa satpam berasal dari dua sumber, yaitu satpam organik perusahan (in house security) dan satpam yang berasal dari badan usaha di bidang jasa pengamanan (out source), maka hal ini akan membawa implikasi yang berbeda pula dalam sifat hubungan kerja dengan manajemen perusahan. Satpam organik perusahaan sifat hubungannya adalah hubungan tenaga kerja industrial yang terikat oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003), sedangkan hubungan satpam out source dengan perusahaan user bersifat kontraktual atau perjanjian, yaitu perjanjian kerjasama antara perusahaan user dengan BUJP sumber satpam out source. Meskipun berbeda sumber asalnya, namun setiap satpam harus memiliki kompetensi sebagaimana dikehendaki oleh Peraturan Kapolri Nomor 18 Tahun 2006 tentang Pelatihan dan Kurikulum Satuan Pengamanan. Dalam pelaksanaan tugasnya, seorang satpam juga harus senantiasa mematuhi Kode Etik Satpam dan Prinsip Penuntun Satpam. Hal-hal tersebut harus menjadi “sikap dan perilaku yang menjiwa” (security mindedness) bagi seorang satpam. Kepolisian ikut bertanggung jawab dalam rangka meningkatkan dan memelihara kualitas satpam agar memenuhi standar internasional, oleh karena itu maka terhadap sumber-sumber satpam, yaitu in house/ menejer dan BUJP, Kepolisian menjalin hubungan kerja yang bersifat pembinaan, supervise dan koordinasi, khususnya dalam pembentukan satpam dan pelatihan-pelatihan terstruktur lainnya guna keperluan sertifikasi. Untuk memelihara kualitas dan kompetensi satpam, maka setiap manajer satpam atau BUJP wajib menyelenggarakan program-program penyegaran secara terjadwal secara mandiri atau meminta bantuan pembinaan dari Kepolisian.
TUGAS POKOK CLEANING SERVICE DAN SATPAM
1.
Pemeliharaan
Gedung Bagian Dalam , meliputi :
a. Pembersihan plafon dari sarang laba – laba
b. Pembersihan tembok dinding dari noda – noda
c. Pembersihan tangga
d. Pembersihan pagar atau reilling dalam gedung
e. Pembersihan kap – kap lampu
f. Pembersihan smoke detector
g. Pembersihan tralis tralis dinding maupun lantai
h. Pembersihan kaca pemisah ruangan dan teralis bagian dalam
i. Pembersihan hiasan dinding
j. Pembersihan jendela kaca
k. Pembersihan Wallpaper
l. Dan lain – lain berdasarkan survey lapangan, akan ditambahkan sesuai permintaan
2.
Pemeliharaan Gedung Bagian Luar, Kaca
Jendela dan Tembok
. Pembersihan atap atau talang gedung
b. Pembersihan kaca – kaca tinggi diatas 7 meter dan tralisnya
c. Pembersihan kaca jendela dan tralisnya
d. Pembersihan halaman dari kotoran
e. Pembersihan halaman parkir, driveway, walkway
f. Pembersihan logo / papan nama perusahaan atau instansi
g. Dan lain – lain sesuai kebutuhan
b. Pembersihan kaca – kaca tinggi diatas 7 meter dan tralisnya
c. Pembersihan kaca jendela dan tralisnya
d. Pembersihan halaman dari kotoran
e. Pembersihan halaman parkir, driveway, walkway
f. Pembersihan logo / papan nama perusahaan atau instansi
g. Dan lain – lain sesuai kebutuhan
3.
Pembersihan dan Pemeliharaan Lantai
a. Pembersihan lantai keramik
b. Pembersihan karpet
c. Pembersihan lantai marmer
d. Pembersihan lantai – lantai lain yang berada dalam area kantor
4.
Pembersihan dan Pemeliharaan Kaca, Pintu,
Jendela, Dinding dan Pilar
a. Pembersihan kaca dari debu dan bekas noda yang lain
b. Pembersihan pintu dari kayu, kaca atau bahan lain dari debu dan noda yang menempel
c. Pembersihan jendela kaca atau dari bahan yang lain dari noda yang menempel
d. Pembersihan pilar kayu atau stainles
5.
Pemeliharaan Toilet
a. Pembersihan plafon dari sarang laba – laba
b. Pembersihan dinding dari noda sabun dan bercak air
c. Pembersihan accesories dalam kamar mandi
d. Pembersihan dan pengisian handsoap dispenser
e. Pembersihan meja wastafel
f. Pembersihan closet jongkok maupun dudukdan urinoir
g. Pembersihan dan polishing dengan nylonbrush lantai dan dinding toilet
6.
Pembersihan Accesories Kantor
a. Pembersihan meja kerja
b. Pembersihan kursi kerja
c. Pembersihan filling cabinet
d. Pembersihan pesawat telepon dan partisi atau pemisah ruangan
7.
Pemeliharaan dan Perawatan Taman
a. Pembersihan taman dari guguran daun dan sampah – sampah
b. Perawatan Taman dilakukan dengan cara menyiram tanaman 2 kali sehari, pagi dan sore
c. Perawatan taman dengan pengambilan daun – daun yang sudah menguning atau layu dan memangkas tanaman agar nampak lebih rapi.
d. Menggemburkan tanaman
e. Pemberian pupuk secara periodik
f. Pemberantasan hama tanaman
g. Penggantian tanaman yang mati
Kegiatan
Satpam adalah sebagai berikut :
a.
Melaksanakan pengawasan peraturan
yang menyangkut keamanan dan ketertiban di lingkungan STIE Cendekia bojonegoro.
1. Pengawasan ketertiban dan pemakaian
ID Card karyawan.
2. Pengawasan terhadap tamu Lembaga dan
tamu karyawan.
3. Pengawasan keluar masuk kendaraan dan
barang.
4. Pengawasan terhadap hal hal yang
mencurigakan di lingkungan STIE Cendekia bojonegoro dan sekitarnya.
5. Pengaturan dan pengawasan kendaraan
tamu dll.
b.
Melaksanakan patroli di sekitar
lingkungan STIE Cendekia menurut rute dan waktu tertentu dengan maksud
mengadakan pemantauan dan pemeriksaan terhadap barang, orang atau tempat yang
mencurigakan yang di perkirakan dapat menimbulkan ancaman dan gangguan
kamtibmas.
c.
Mengadakan pengawalan uang/barang
yang diperlukan dan disesuaikan dengan kebutuhan Lembaga.
d. Mengambil langkah langkah dan tindakan sementara bila terjadi suatu
pelanggaran hukum antara lain:
1. Mengamankan Tempat Kejadian Perkara
(TKP) dan barang bukti
2. Menolong korban.
3. Melakukan penyelidikan.
4. Melaporkan ke Atasan/Pimpinan
5. Melaporkan ke pos Polisi terdekat.
e. Memberikan tanda-tanda bahaya atau keadaan darurat, melalui alat alarm atau
kode-kode isyarat tertentu bila terjadi kebakaran, bencana alam, atau kejadian
lain yang membahayakan jiwa, badan, atau harta benda maupun aset Lembaga.
f. Melakukan penanggulangan awal, memberi pertolongan, serta bantuan
Penyelamatan terhadap gangguan dan ancaman yang terjadi di lingkungan STIE
Cendekia bojonegoro
g. Mengikuti pelatihan dan atau setrategi keamanan yang di wajibkan guna menunjang
pelaksanaan tugasnya antara lain:
1. Pelayanan prima.
2. Bela diri.
3. Baris berbaris
4. selalu berkoordinasdi dengan polres
dalam rangka peningkatan SDM berbaris.
5. Pemadam kebakaran.
6. Senam tongkat dan borgol.
7. Olah raga
Jumat, 22 November 2013
MENANGKAP PENCURI ALA ABU NAWAS
Cara Menjebak Pencuri Pada zaman dahulu orang berpikir dengan cara
yang amat sederhana. Dan karena kesederhanaan berpikir ini seorang
pencuri yang telah berhasil menggondol seratus keping lebih uang emas
milik seorang saudagar kaya tidak sudi menyerah. Hakim telah berusaha
keras dengan berbagai cara tetapi tidak berhasil menemukan pencurinya.
Karena merasa putus asa pemilik harta itu mengumumkan kepada siapa saja
yang telah mencuri harta miliknya merelakan separo dari jumlah uang emas
itu menjadi milik sang pencuri bila sang pencuri bersedia
mangembalikan. Tetapi pencuri itu malah tidak berani menampakkan
bayangannya. Kini kasus itu semakin ruwet tanpa penyelesaian yang jelas.
Maksud baik saudagar kaya itu tidak mendapat-tanggapan yang sepantasnya
dari sang pencuri. Maka tidak bisa disalahkan bila saudagar itu
mengadakan sayembara yang berisi barang siapa berhasil menemukan pencuri
uang emasnya, ia berhak sepenuhnya memiliki harta yang dicuri. Tidak
sedikit orang yang mencoba tetapi semuanya kandas. Sehingga pencuri itu
bertambah merasa aman tentram karena ia yakin jati dirinya tak akan
terjangkau. Yang lebih menjengkelkan adalah ia juga berpura- pura
mengikuti sayembara. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa menghadapi
orang seperti ini bagaikan menghadapi jin. Mereka tahu kita sedangkan
kita tidak.
Seorang penduduk berkata kepada hakim setempat. "Mengapa tuan hakim tidak minta bantuan Abu Nawas saja?" "Bukankah Abu Nawas sedang tidak ada di tempat?" kata hakim itu balik bertanya. "Kemana dia?" tanya orang itu. "Ke Damakus." jawab hakim "Untuk keperluan apa?" orang itu ingin tahu. "Memenuhi undangan pangeran negeri itu." kata hakim. "Kapan ia datang?" tanya orang itu lagi. "Mungkin dua hari lagi." jawab hakim. Kini harapan tertumpu sepenuhnya di atas pundak Abu Nawas. Pencuri yang selama ini merasa aman sekarang menjadi resah dan tertekan. Ia merencanakan meninggalkan kampung halaman dengan membawa serta uang emas yang berhasil dicuri. Tetapi ia membatalkan niat karena dengan menyingkir ke luar daerah berarti sama halnya dengan membuka topeng dirinya sendiri. Ia lalu bertekad tetap tinggal apapun yang akan terjadi. Abu Nawas telah kembali ke Baghdad karena tugasnya telah selesai. Abu Nawas menerima tawaran mengikuti sayembara menemukan pencuri uang emas. Hati pencuri uang emas itu tambah berdebar tak karuan mendengar Abu Nawas menyiapkan siasat. Keesokan harinya semua penduduk dusun diharuskan berkumpul di depan gedung pengadilan. Abu Nawas hadir dengan membawa tongkat dalam jumlah besar. Tongkat-tongkat itu mempunyai ukuran yang sama panjang. Tanpa berkata-kata Abu Nawas membagi- bagikan tongkat- tongkat yang dibawanya dari rumah. Setelah masing-masing mendapat satu tongkat, Abu Nawas berpidato, "Tongkat-tongkat itu telah aku mantrai. Besok pagi kalian harus menyerahkan kembaii tongkat yang telah aku bagikan. Jangan khawatir, tongkat yang dipegang oleh pencuri selama ini menyembunyikan diri akan bertambah panjang satu jari telunjuk. Sekarang pulanglah kalian." Orang-orang yang merasa tidak mencuri tentu tidak mempunyai pikiran apa-apa. Tetapi sebaliknya, si pencuri uang emas itu merasa ketakutan. Ia tidak bisa memejamkan mata walaupun malam semakin larut. Ia terus berpikir keras. Kemudian ia memutuskan memotong tongkatnya sepanjang satu jari telunjuk dengan begitu tongkatnya akan tetap kelihatan seperti ukuran semula. Pagi hari orang mulai berkumpul di depan gedung pengadilan. Pencuri itu merasa tenang karena ia yakin tongkatnya tidak akan bisa diketahui karena ia telah memotongnya sepanjang satu jari telunjuk. Bukankah tongkat si pencuri akan bertambah panjang satu jari telunjuk? Ia memuji kecerdikan diri sendiri karena ia ternyata akan bisa mengelabui Abu Nawas. Antrian panjang mulai terbentuk. Abu Nawas memeriksa tongkat- tongkat yang dibagikan kemarin. Pada giliran si pencuri tiba Abu Nawas segera mengetahui karena tongkat yang dibawanya bertambah pendek satu jari telunjuk. Abu Nawas tahu pencuri itu pasti melakukan pemotongan pada tongkatnya karena ia takut tongkatnya bertambah panjang. Pencuri itu diadili dan dihukum sesuai dengan kesalahannya. Seratus keping lebih uang emas kini berpindah ke tangan Abu Nawas. Tetapi Abu Nawas tetap bijaksana, sebagian dari hadiah itu diserahkan kembali kepada keluarga si pencuri, sebagian lagi untuk orang-orang miskin dan sisanya untuk keluarga Abu Nawas sendiri.
TEAM 4c
Seorang penduduk berkata kepada hakim setempat. "Mengapa tuan hakim tidak minta bantuan Abu Nawas saja?" "Bukankah Abu Nawas sedang tidak ada di tempat?" kata hakim itu balik bertanya. "Kemana dia?" tanya orang itu. "Ke Damakus." jawab hakim "Untuk keperluan apa?" orang itu ingin tahu. "Memenuhi undangan pangeran negeri itu." kata hakim. "Kapan ia datang?" tanya orang itu lagi. "Mungkin dua hari lagi." jawab hakim. Kini harapan tertumpu sepenuhnya di atas pundak Abu Nawas. Pencuri yang selama ini merasa aman sekarang menjadi resah dan tertekan. Ia merencanakan meninggalkan kampung halaman dengan membawa serta uang emas yang berhasil dicuri. Tetapi ia membatalkan niat karena dengan menyingkir ke luar daerah berarti sama halnya dengan membuka topeng dirinya sendiri. Ia lalu bertekad tetap tinggal apapun yang akan terjadi. Abu Nawas telah kembali ke Baghdad karena tugasnya telah selesai. Abu Nawas menerima tawaran mengikuti sayembara menemukan pencuri uang emas. Hati pencuri uang emas itu tambah berdebar tak karuan mendengar Abu Nawas menyiapkan siasat. Keesokan harinya semua penduduk dusun diharuskan berkumpul di depan gedung pengadilan. Abu Nawas hadir dengan membawa tongkat dalam jumlah besar. Tongkat-tongkat itu mempunyai ukuran yang sama panjang. Tanpa berkata-kata Abu Nawas membagi- bagikan tongkat- tongkat yang dibawanya dari rumah. Setelah masing-masing mendapat satu tongkat, Abu Nawas berpidato, "Tongkat-tongkat itu telah aku mantrai. Besok pagi kalian harus menyerahkan kembaii tongkat yang telah aku bagikan. Jangan khawatir, tongkat yang dipegang oleh pencuri selama ini menyembunyikan diri akan bertambah panjang satu jari telunjuk. Sekarang pulanglah kalian." Orang-orang yang merasa tidak mencuri tentu tidak mempunyai pikiran apa-apa. Tetapi sebaliknya, si pencuri uang emas itu merasa ketakutan. Ia tidak bisa memejamkan mata walaupun malam semakin larut. Ia terus berpikir keras. Kemudian ia memutuskan memotong tongkatnya sepanjang satu jari telunjuk dengan begitu tongkatnya akan tetap kelihatan seperti ukuran semula. Pagi hari orang mulai berkumpul di depan gedung pengadilan. Pencuri itu merasa tenang karena ia yakin tongkatnya tidak akan bisa diketahui karena ia telah memotongnya sepanjang satu jari telunjuk. Bukankah tongkat si pencuri akan bertambah panjang satu jari telunjuk? Ia memuji kecerdikan diri sendiri karena ia ternyata akan bisa mengelabui Abu Nawas. Antrian panjang mulai terbentuk. Abu Nawas memeriksa tongkat- tongkat yang dibagikan kemarin. Pada giliran si pencuri tiba Abu Nawas segera mengetahui karena tongkat yang dibawanya bertambah pendek satu jari telunjuk. Abu Nawas tahu pencuri itu pasti melakukan pemotongan pada tongkatnya karena ia takut tongkatnya bertambah panjang. Pencuri itu diadili dan dihukum sesuai dengan kesalahannya. Seratus keping lebih uang emas kini berpindah ke tangan Abu Nawas. Tetapi Abu Nawas tetap bijaksana, sebagian dari hadiah itu diserahkan kembali kepada keluarga si pencuri, sebagian lagi untuk orang-orang miskin dan sisanya untuk keluarga Abu Nawas sendiri.
TEAM 4c
7 CARA DARURAT MEMADAMKAN KEBAKARAN
1.Kebakaran Kompor Minyak
Kompor minyak dapat menjadi sebab terjadinya kebakaran hebat, api yang
cepat menjalar akan sangat sulit dikendalikan apabila terlambat
penangannnya.
Maka dari itu Anda harus sigap dan segera mengambil karung atau kain dan
basahkan, kemudian selubungkan pada kompor. Akan lebih baik lagi jika
Anda menyediakan alat pemadam api dirumah karena kebakaran jenis ini akan sangat mudah di tangani bila Anda memiliki alat pemadam api dirumah
2.Kebakaran Akibat Listrik
korsleting istrik juga merupakan penyebab api kebakaran
yang paling sering terjadi di Indonesia, kebakaran akibat listrik bisa
terjadi akibat hubungan arus pendek atau meledaknya sekring .
cara darurat memadamkannya yaitu segera cabut sekering listrik dan jatuhkan breaker (stop kontak)
Setelah sekering dicabut, padamkan kebakaran tersebut dengan alat pemadam api.
Setelah sekering dicabut, padamkan kebakaran tersebut dengan alat pemadam api.
Untuk kasus ini Anda harus berhati-hati jika memadamkan dengan air
karena jika Anda memadamkannya dengan air , potensi Anda tersetrum
sangat tinggi jadi disarankan gunakan alat pemadam api atau paling tidak
karung goni dan segera lemparkan pada sumber api
3.Kebakaran Tempat Penggorengan/Wajan
Kebakaran pada wajan juga pernah terjadi di Indonesia, ibu rumah tangga
seringkali ceroboh menyenggol wajan atau tidak sengaja terjatuh.
cara memadamkan api secara darurat pada peristiwa ini adalah ambil tutup
panci atau baskom, lalu tutupkan ke wajan yang terbakar tersebut.
jika langkah pertama api belum padam, ambil goni/kain basah lalu selubungkan ke wajan tersebut.
jika langkah pertama api belum padam, ambil goni/kain basah lalu selubungkan ke wajan tersebut.
PERINGATAN : Minyak goreng panas kalau terbakar jangan disiram dengan air karena air dan minyak tidak akan bisa bersatu dan ini menyebabkan api bisa menjalar ke tempat lain dengan mudah
4.Anak Terbakar Akibat Main Api
Tidak sedikit peristiwa kebakaran terjadi karena minimnya pengawasan
Anak yang di biarkan bermain api di lokasi yang rawan terjadi kebakaran.
Hal yang harus Anda lakukan jangan panik, segeralah ambil selimut atau
handuk lalu selimutkan/selubungkan kepada anak tersebut, segera lakukan
pengobatan dasar dan telpon rumah sakit terdekat.
5.Sepeda Motor Terbakar
Tahun lalu terjadi kebakaran besar yang menghanguskan 3 buah rumah akibat sepeda motor yang di letakan dalam rumah terbakar.
jika hal ini terjadi Anda harus segera menelpon pemadam kebakaran dan secepat mungkin lakukan pemadaman dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), jika tidak punya segera
ambil karung goni dan basahkan dengan air lalu selubungkan pada sepeda motor yang terbakar tersebut.
ambil karung goni dan basahkan dengan air lalu selubungkan pada sepeda motor yang terbakar tersebut.
6. Kasur Terbakar
Kebakaran jenis ini sering terjadi karena penyebab obat nyamuk bakar
yang terjatuh dan mengenai kasur, atau puntung rokok yang diletakkan di
samping kasur.
cara darurat melakukan pemadam api pada kejadian ini adalah segera siram
dengan air dan segera bawa kasur tersebut ke luar rumah.
7. Kebakaran pada lampu Petromak.
Untuk pedesaan lampu petromak masih sering digunakan sebagai alat
penerangan rumah dan untuk kota biasanya lampu petromak digunakan jika
terjadi pemadaman listrik .
Namun potensi kebakaran jika menggunakan lampu petromak juga tinggi
karena lokasi yang ditempel di dinding yang menyebabkan api dapat dengan
mudah menjalar ke atap dan membakar seluruh isi rumah.
jika memungkinkan , segera turunkan lampu petromax tersebut dan tutup
dengan goni basah atau padamkan dengan alat-alat pemadam api kebakaran,
sekali lagi jangan gunakan air bila Anda berhadapan dengan kebakaran
yang diakibarkan bahan cair seperti minyak.
Jika tidak memiliki karung goni Anda bisa gunakan lap basah yang tebal untuk memadamkan api tersebut.
Kebakaran memang bisa terjadi kapan saja, namun kita dapat mencegah kebakaran tersebut bertambah besar jika mengetahui cara basic menggunakan alat pemadam api.
TEAM 4c
MEMBANGUN SUPER TEAM
Hampir
semua kisah legendaris tentang kejayaan perusahaan atau organisasi
selalu dibentangkan oleh sebuah tim kerja yang ekselen. Penemuan lampu
bohlam pertama ternyata tak hanya diracik oleh sang genius Thomas Alva
Edison, namun lantaran ditopang oleh puluhan anggota tim-nya yang
bekerja tak kenal lelah, melakukan eksperimen hingga ribuan kali.
Media internet yang sekarang tengah Anda nikmati juga diracik oleh kolaborasi puluhan programmer yang bekerja di lembaga Darpa Defense Project. Dan kisah Facebook yang fenomenal itu diusung tak hanya oleh Mark Zuckerberg namun hasil kolaborasi sang pioner dengan tiga rekannya yang sama-sama punya peran fundamental.
We don’t create superman/woman, we develop super team. Demikian kredo yang kini kudu diusung dengan penuh bara antusiasme. Sebab tanpa kualitas tim yang top markotop, sebuah organisasi bisa limbung ditelan arus perubahan yang terus menggilas tanpa kenal letih. Kalau demikian, dimensi apa saja yang amat penting untuk membentangkan sebuah tim legendaris?
Beragam studi tentang team effectiveness, menyuguhkan tiga keping elemen yang layak diperhatikan kala kita hendak membangun tim yang tangguh.
Elemen pertama, tak pelak lagi adalah : team leader yang kredibel. Anda boleh punya tujuan tim yang heroik, atau punya para anggota team dengan talenta yang mengagumkan. Namun tanpa team leader yang inspiring, sebuah tim bisa terseok-seok di tengah jalan dan lalu terpelanting.
Anda sendiri mungkin pernah punya pengalaman menjadi anggota tim dimana ketua (atau team leadernya) tak punya talenta, atau yang kecakapannya abal-abal. Pelan-pelan para anggota tim bisa digayuti rasa frustasi, kehilangan arah dan goyah; lantaran sang ketuanya gagal memberikan panduan yang jelas dan inpsiring. Semangat dan spirit kerjasama tim juga perlahan redup lantaran kegagalan sang leader untuk membangun komunikasi yang tegas dan monitoring yang konsisten.
Dalam kondisi seperti diatas, tak banyak asa yang bisa dibentangkan kepada tim. Kondisi seperti itu telah membikin potensi tim retak, sebelum ia menemukan momentum untuk menjadi super team. Itulah kenapa, memilih team leader yang kredibel adalah sebuah kata kunci.
Elemen yang kedua adalah ini : sebuah tim hanya akan mekar kinerjanya jika ia memiliki tujuan/sasaran yang jelas, dan tak kalah penting, segenap anggota tim saling koordinasi untuk memetakan dimana peran dan tanggung jawabnya dalam mengejar tujuan itu.
Di tempat kerja acap kita temui antar anggota tim/bagian dalam organisasi saling bekerja sendiri-sendiri, tanpa koordinasi yang jelas; seolah-olah masing-masing pihak punya arah yang bersimpangan. Sialnya masing-masing juga acap tidak mampu membangun komunikasi yang yang lancar.
Komunikasi dan koordinasi sungguh dua kata yang sederhana. Namun sering kita menyaksikan dua kata ajaib itu lenyap. Yang kemudian menyeruak adalah kinerja tim yang lamban, saling menyalahkan, dan terseok-seok menjawab tuntutan zaman.
Itulah kenapa elemen kedua ini amat penting : setiap tim harus punya mekanisme sistematis untuk membuat masing-masing anggotanya saling memahami apa kontribusinya bagi pencapaian tujuan tim.
Elemen yang terakhir bagi munculnya great team adalah ini : terbangunnya sense of togetherness yang solid. Atau spirit kebersamaan demi tergapainya tujuan tim. Disini yang tak boleh muncul adalah perasaan egoisme yang kental (gue yang paling berperan dalam tim ini) atau juga ego sektoral (bagian atau departemen kami yang paling penting; atau kami ndak mau tahu kerjaan bagian lain).
Bagaimana semangat kebersamaan tumbuh mekar dalam lingkungan semacam itu? Itulah kenapa yang harus dimunculkan adalah sikap kebersamaan : sikap untuk saling peduli antar sesama anggota tim. Dan juga sikap untuk dengan penuh antusias saling membantu dan berkoordinasi (sekali lagi, koordinasi!!) demi tercapainya tujuan bersama.
Itulah tiga elemen kunci untuk menghadirkan great team. Kita juga pasti akan merasa enjoy jika terlibat dalam great team. Spirit kebersamaan yang kental dan kinerja tim yang handal memang akan membuat kita kian happy dalam bekerja.
So, build your own great team. Salam super untuk your super team !!!
Media internet yang sekarang tengah Anda nikmati juga diracik oleh kolaborasi puluhan programmer yang bekerja di lembaga Darpa Defense Project. Dan kisah Facebook yang fenomenal itu diusung tak hanya oleh Mark Zuckerberg namun hasil kolaborasi sang pioner dengan tiga rekannya yang sama-sama punya peran fundamental.
We don’t create superman/woman, we develop super team. Demikian kredo yang kini kudu diusung dengan penuh bara antusiasme. Sebab tanpa kualitas tim yang top markotop, sebuah organisasi bisa limbung ditelan arus perubahan yang terus menggilas tanpa kenal letih. Kalau demikian, dimensi apa saja yang amat penting untuk membentangkan sebuah tim legendaris?
Beragam studi tentang team effectiveness, menyuguhkan tiga keping elemen yang layak diperhatikan kala kita hendak membangun tim yang tangguh.
Elemen pertama, tak pelak lagi adalah : team leader yang kredibel. Anda boleh punya tujuan tim yang heroik, atau punya para anggota team dengan talenta yang mengagumkan. Namun tanpa team leader yang inspiring, sebuah tim bisa terseok-seok di tengah jalan dan lalu terpelanting.
Anda sendiri mungkin pernah punya pengalaman menjadi anggota tim dimana ketua (atau team leadernya) tak punya talenta, atau yang kecakapannya abal-abal. Pelan-pelan para anggota tim bisa digayuti rasa frustasi, kehilangan arah dan goyah; lantaran sang ketuanya gagal memberikan panduan yang jelas dan inpsiring. Semangat dan spirit kerjasama tim juga perlahan redup lantaran kegagalan sang leader untuk membangun komunikasi yang tegas dan monitoring yang konsisten.
Dalam kondisi seperti diatas, tak banyak asa yang bisa dibentangkan kepada tim. Kondisi seperti itu telah membikin potensi tim retak, sebelum ia menemukan momentum untuk menjadi super team. Itulah kenapa, memilih team leader yang kredibel adalah sebuah kata kunci.
Elemen yang kedua adalah ini : sebuah tim hanya akan mekar kinerjanya jika ia memiliki tujuan/sasaran yang jelas, dan tak kalah penting, segenap anggota tim saling koordinasi untuk memetakan dimana peran dan tanggung jawabnya dalam mengejar tujuan itu.
Di tempat kerja acap kita temui antar anggota tim/bagian dalam organisasi saling bekerja sendiri-sendiri, tanpa koordinasi yang jelas; seolah-olah masing-masing pihak punya arah yang bersimpangan. Sialnya masing-masing juga acap tidak mampu membangun komunikasi yang yang lancar.
Komunikasi dan koordinasi sungguh dua kata yang sederhana. Namun sering kita menyaksikan dua kata ajaib itu lenyap. Yang kemudian menyeruak adalah kinerja tim yang lamban, saling menyalahkan, dan terseok-seok menjawab tuntutan zaman.
Itulah kenapa elemen kedua ini amat penting : setiap tim harus punya mekanisme sistematis untuk membuat masing-masing anggotanya saling memahami apa kontribusinya bagi pencapaian tujuan tim.
Elemen yang terakhir bagi munculnya great team adalah ini : terbangunnya sense of togetherness yang solid. Atau spirit kebersamaan demi tergapainya tujuan tim. Disini yang tak boleh muncul adalah perasaan egoisme yang kental (gue yang paling berperan dalam tim ini) atau juga ego sektoral (bagian atau departemen kami yang paling penting; atau kami ndak mau tahu kerjaan bagian lain).
Bagaimana semangat kebersamaan tumbuh mekar dalam lingkungan semacam itu? Itulah kenapa yang harus dimunculkan adalah sikap kebersamaan : sikap untuk saling peduli antar sesama anggota tim. Dan juga sikap untuk dengan penuh antusias saling membantu dan berkoordinasi (sekali lagi, koordinasi!!) demi tercapainya tujuan bersama.
Itulah tiga elemen kunci untuk menghadirkan great team. Kita juga pasti akan merasa enjoy jika terlibat dalam great team. Spirit kebersamaan yang kental dan kinerja tim yang handal memang akan membuat kita kian happy dalam bekerja.
So, build your own great team. Salam super untuk your super team !!!
SALAM TEAM 4c
Kamis, 21 November 2013
CARA MENGANTISIPASI ANCAMAN TERORISME
Terorisme adalah sebuah fenomena yang sulit untuk dimengerti. Aksinya
sangat mematikan dan tertutup, membawa banyak korban jiwa, termasuk
orang yang tidak bersalah.Dari beberapa insiden, diketahui bahwa
seseorang tanpa dasar pendidikan yang cukup dapat melakukan aksi yang
spektakuler. Terorisme, ini adalah sebuah mashab atau aliran
kepercayaan melalui pemaksaan kehendak, guna menyuarakan pesannya.
Melakukan tindakan ilegal yang menjurus kearah kekerasan, kebrutalan
bahkan pembunuhan. Istilah lain yang juga sering disebut adalah teroris.
Teroris, ini adalah pelaku atau pelaksana bentuk-bentuk
terorisme, yang dilakukan baik oleh perorangan ataupun kelompok dengan
cara kekerasan sampai pembunuhan. Yang dimulai dengan sistem
konvensional hingga modern. Karena itu, secara keseluruhan dapat
dikatakan bahwa efek teroris memiliki dimensi luas, dan umumnya secara
langsung memberikan tekanan kepada pemerintah.
Sementara Teror difahami sebagai tindakan untuk menciptakan dan memaksakan kehendak dengan jalan kekerasan, tujuannya untuk menimbulkan rasa takut. Perbedaan pandangan terhadap apa, siapa, kenapa, dan bagaimana tentang terorisme adalah wajar, sejauh ini disikapi secara arif dan bijak.Yang perlu diingat, teror itu merupakan kegiatan intelijen yang dimainkan oleh “dalang” yang tidak atau memang belum pernah terungkap hingga saat ini.
Adjie S,Msc dalam bukunya Terorisme menyebutkan, pada beberapa kasus, beberapa kelompok melakukan “undeclared warfare” kepada suatu negara secara tersembunyi. Dimana kawasan yang memiliki pengalaman konflik secara luas seperti Lebanon, Afghanistan dan El Savador terbukti secara efektif menggunakan taktik teror, bahkan dilakukan oleh dua kelompok yang saling berhadapan. Kini, teroris memiliki kemampuan yang luar biasa, mampu membentuk kader, dalam sekejab mempersiapkan diri atau kelompoknya menjadi mesin pembunuh yang potensial. Dapat menghancurkan gedung, sekaligus membunuh, menimbulkan rasa takut dan tidak aman.
Bagaimana dengan teroris di Indonesia? Noordin M Top, adalah seorang tokoh teroris yang paling dicari oleh aparat keamanan hingga kini. Sesuai dengan aturan yang berlaku pada kelompok teroris, si pemimpin harus memiliki dedikasi tinggi untuk organisasi, pengikut, serta kelompoknya. Ini dimiliki oleh Noordin. Bisa dibayangkan kehebatannya, bahkan mantan Dan Densus 88 Brigjen Pol (Purn) Suryadarma Salim menyebutnya Noordin bukan tokoh teror taman kanak-kanak. Sebagai WN Malaysia dia beroperasi di Indonesia. Sudah sekian lama selalu mampu menghindar belum juga dapat ditangkap, bahkan mampu melakukan serangan bom. Kelompok teroris ini, menghendaki masyarakat luas menyediakan dukungan sehari- hari, seperti pengumpulan data untuk kepentingan intelijen dan sumber dana. Tingkat dan susunan sebuah kelompok teroris terdiri dari pimpinan atau ketua, kader aktif, pendukung aktif, pendukung pasif, dan simpatisan di tengah masyarakat.
Dari beberapa hasil pemeriksaan dan pengadilan, menunjukkan, biasanya mereka bersembunyi dengan menyewa atau membeli rumah. Bersosialisasi dengan masyarakat umum dan berjualan, dalam rangka menyamarkan kegiatan. Di rumah itu mereka melakukan penimbunan senjata, bahan peledak, dan perakitan bom. Anggota jaringan taktis, adalah mereka yang melakukan peledakan bom, melakukan pembunuhan, penculikan, pembakaran. Semua anggota memiliki dedikasi tinggi kepada kelompoknya. Bahkan beberapa anggota lebih memilih melakukan aksi bunuh diri sekalipun, aksi yang dipahami seluruh anggota, tergantung perintah pimpinan. Jaringan taktis akan bergerak bila pimpinan sudah memutuskan tujuan jangka pendek. Itulah yang dilakukan para teroris.
Amerika Serikat kini lebih terlihat melokalisir peperangannya dengan Al Qaeda di Afghanistan. Presiden Barrack Obama nampaknya telah berhasil melakukan pendekatan dengan negara-negara Islam, agar mata rantai dukungan terhadap teroris dapat diputuskan. Fareed Zakaria mengatakan bahwa AS dalam menghadapi Al-Qaeda sangat memahami, mereka menghadapi sebuah perang yang sangat panjang dengan banyak terjadi pertempuran besar dan kecil.
Dalam mengatasi ancaman terorisme, harus dimulai dengan dasar pemikiran dan strategi yang tepat. Karena teroris umumnya menggunakan dasar ilmu intelijen, maka “counter terorism” di susun dengan pola operasi intelijen. Pertama, penerapan strategi militer, di sektor militer dilakukan operasi bawah tanah, dengan tekanan yang bertujuan menghancurkan kelompok teroris. Setiap orang yang merencanakan dan membantu operasi teroris harus mengerti bahwa dia akan diburu dan dihukum. Operasi mereka akan diganggu, keuangan akan dikeringkan, tempat persembunyian akan terus diserbu. Jika ini berhasil, tidak ada lagi yang jadi masalah di sektor militer. Operasi akan lebih efektif apabila tim merupakan gabungan antara Densus 88/Antiteror dari kepolisian dan satuan-satuan antiteror TNI. Hambatan ketentuan UU dan SOP sebaiknya diatasi dengan pemikiran jangka panjang, karena ancaman teror jelas mengganggu pembangunan dan kredibilitas kondisi keamanan Indonesia dimata negara lain. Semua yang ditata oleh pemerintah akan bisa runtuh dalam sekejap mata dengan sebuah serangan teror. Inilah nilai terpenting yang harus kita sadari bersama.
Kedua, yaitu Strategi politik yang jelas lebih rumit lagi. Sistem politik harus ditata ulang dalam kaitannya dengan bahaya teror. Pelibatan elite politik agar satu suara dalam penanganan masalah teroris sangat dibutuhkan, tidak seperti masa lalu. Dalam hal Bom Bali-I, masih terjadi perbedaan pendapat di antara elite politik. Tokoh-tokoh parpol Islam sangat penting dilibatkan dalam penanganan kasus, agar tidak terjadi tekanan politis bagi pemberantasan teror, bukan ditujukan kepada umat Islam tetapi kepada kelompok radikal teror. Hal yang dibutuhkan adalah sebuah konsensus nasional yang luas. Aliansi politik menjadi masalah penting bagi keamanan nasional kita. Persaingan sudah berlalu dan selesai, kini waktunya bersatu padu menyelamatkan negara.
Ketiga, strategi budaya. Pemerintah bersama tokoh-tokoh agama wajib membantu dan menyadarkan generasi muda Islam di tempat-tempat pendidikan agama. Dari beberapa kasus, mereka ini yang dibina dan dijadikan kader. Beberapa anggota kelompok bersedia dan sadar untuk mati lebih disebabkan karena mampu diyakinkan bahwa “surga” akan didapatnya, dan mereka sudah berada dijalan yang benar. Menjadi tugas kita bersama untuk kembali menyadarkan pemuda-pemuda yang demikian bersemangat, agar kembali memahami pengertian baik dan buruk, pengertian haram dan halal serta pengertian jihad dan mati syahid. Di sisi inilah pemuda itu banyak digelincirkan. Umumnya serangan teror hanya ramai dibicarakan saat kejadian, dan biasanya setelah beberapa lama akan dilupakan. Perang dengan terorisme adalah perang yang sangat serius, kalau dahulu hanya alumnus Ngruki yang dibina, kini nampaknya pengkaderan sudah merambah keorganisasi lain. Yang lebih berbahaya, beberapa yang dikader adalah mereka yang tidak berafiliasi keorganisasi manapun. Strategi budaya harus terus dilakukan pemerintah, kita tidak rela rasanya apabila para pemuda Islam kita yang bersemangat dimanfaatkan dan dilibatkan dalam perang mereka.
Aparat telah mengejar sang Noordin selama lebih dari tujuh tahun, tetapi dia masih bebas berkeliaran dan bahkan mampu melakukan pemboman. Teroris masih bisa hidup karena mereka bercampur dengan rakyat. Oleh karena itu mereka harus dipisahkan dengan rakyat itu. Walau bagaimanapun, dengan jenis senjata termodern sekalipun, dengan strategi yang andal atau taktik yang jitu, sulit untuk memenangkan peperangan menghadapi terorisme tanpa dukungan aktif dan partisipasi dari masyarakat. Teroris tidak akan pernah dapat dikalahkan hanya dengan menggunakan kekuatan fisik saja.
Karena itu memainkan kartu lama digabung dengan kartu baru nampaknya akan lebih bisa diharapkan. Solusi pelengkap dari ketiga strategi itu sederhana saja, aktifkan dan berdayakan Babinsa dan Babin Kamtibmas bersama-sama secara utuh, tidak sebagai pesaing. Babinsa adalah jaringan teritorial yang telah puluhan tahun berpengalaman bergaul dan berperan di masyarakat. Tanpa semuanya itu, maka kita harus terus menerus siap-siap di bom, kita akan “jengkel” karena semua yang sudah di tata itu akan menjadi kacau dan terganggu. Kita akan marah dan kembali akan “jengkel” karena tidak jelas marah kepada siapa. Itulah menakutkannya terorisme.
Sementara Teror difahami sebagai tindakan untuk menciptakan dan memaksakan kehendak dengan jalan kekerasan, tujuannya untuk menimbulkan rasa takut. Perbedaan pandangan terhadap apa, siapa, kenapa, dan bagaimana tentang terorisme adalah wajar, sejauh ini disikapi secara arif dan bijak.Yang perlu diingat, teror itu merupakan kegiatan intelijen yang dimainkan oleh “dalang” yang tidak atau memang belum pernah terungkap hingga saat ini.
Adjie S,Msc dalam bukunya Terorisme menyebutkan, pada beberapa kasus, beberapa kelompok melakukan “undeclared warfare” kepada suatu negara secara tersembunyi. Dimana kawasan yang memiliki pengalaman konflik secara luas seperti Lebanon, Afghanistan dan El Savador terbukti secara efektif menggunakan taktik teror, bahkan dilakukan oleh dua kelompok yang saling berhadapan. Kini, teroris memiliki kemampuan yang luar biasa, mampu membentuk kader, dalam sekejab mempersiapkan diri atau kelompoknya menjadi mesin pembunuh yang potensial. Dapat menghancurkan gedung, sekaligus membunuh, menimbulkan rasa takut dan tidak aman.
Bagaimana dengan teroris di Indonesia? Noordin M Top, adalah seorang tokoh teroris yang paling dicari oleh aparat keamanan hingga kini. Sesuai dengan aturan yang berlaku pada kelompok teroris, si pemimpin harus memiliki dedikasi tinggi untuk organisasi, pengikut, serta kelompoknya. Ini dimiliki oleh Noordin. Bisa dibayangkan kehebatannya, bahkan mantan Dan Densus 88 Brigjen Pol (Purn) Suryadarma Salim menyebutnya Noordin bukan tokoh teror taman kanak-kanak. Sebagai WN Malaysia dia beroperasi di Indonesia. Sudah sekian lama selalu mampu menghindar belum juga dapat ditangkap, bahkan mampu melakukan serangan bom. Kelompok teroris ini, menghendaki masyarakat luas menyediakan dukungan sehari- hari, seperti pengumpulan data untuk kepentingan intelijen dan sumber dana. Tingkat dan susunan sebuah kelompok teroris terdiri dari pimpinan atau ketua, kader aktif, pendukung aktif, pendukung pasif, dan simpatisan di tengah masyarakat.
Dari beberapa hasil pemeriksaan dan pengadilan, menunjukkan, biasanya mereka bersembunyi dengan menyewa atau membeli rumah. Bersosialisasi dengan masyarakat umum dan berjualan, dalam rangka menyamarkan kegiatan. Di rumah itu mereka melakukan penimbunan senjata, bahan peledak, dan perakitan bom. Anggota jaringan taktis, adalah mereka yang melakukan peledakan bom, melakukan pembunuhan, penculikan, pembakaran. Semua anggota memiliki dedikasi tinggi kepada kelompoknya. Bahkan beberapa anggota lebih memilih melakukan aksi bunuh diri sekalipun, aksi yang dipahami seluruh anggota, tergantung perintah pimpinan. Jaringan taktis akan bergerak bila pimpinan sudah memutuskan tujuan jangka pendek. Itulah yang dilakukan para teroris.
Amerika Serikat kini lebih terlihat melokalisir peperangannya dengan Al Qaeda di Afghanistan. Presiden Barrack Obama nampaknya telah berhasil melakukan pendekatan dengan negara-negara Islam, agar mata rantai dukungan terhadap teroris dapat diputuskan. Fareed Zakaria mengatakan bahwa AS dalam menghadapi Al-Qaeda sangat memahami, mereka menghadapi sebuah perang yang sangat panjang dengan banyak terjadi pertempuran besar dan kecil.
Dalam mengatasi ancaman terorisme, harus dimulai dengan dasar pemikiran dan strategi yang tepat. Karena teroris umumnya menggunakan dasar ilmu intelijen, maka “counter terorism” di susun dengan pola operasi intelijen. Pertama, penerapan strategi militer, di sektor militer dilakukan operasi bawah tanah, dengan tekanan yang bertujuan menghancurkan kelompok teroris. Setiap orang yang merencanakan dan membantu operasi teroris harus mengerti bahwa dia akan diburu dan dihukum. Operasi mereka akan diganggu, keuangan akan dikeringkan, tempat persembunyian akan terus diserbu. Jika ini berhasil, tidak ada lagi yang jadi masalah di sektor militer. Operasi akan lebih efektif apabila tim merupakan gabungan antara Densus 88/Antiteror dari kepolisian dan satuan-satuan antiteror TNI. Hambatan ketentuan UU dan SOP sebaiknya diatasi dengan pemikiran jangka panjang, karena ancaman teror jelas mengganggu pembangunan dan kredibilitas kondisi keamanan Indonesia dimata negara lain. Semua yang ditata oleh pemerintah akan bisa runtuh dalam sekejap mata dengan sebuah serangan teror. Inilah nilai terpenting yang harus kita sadari bersama.
Kedua, yaitu Strategi politik yang jelas lebih rumit lagi. Sistem politik harus ditata ulang dalam kaitannya dengan bahaya teror. Pelibatan elite politik agar satu suara dalam penanganan masalah teroris sangat dibutuhkan, tidak seperti masa lalu. Dalam hal Bom Bali-I, masih terjadi perbedaan pendapat di antara elite politik. Tokoh-tokoh parpol Islam sangat penting dilibatkan dalam penanganan kasus, agar tidak terjadi tekanan politis bagi pemberantasan teror, bukan ditujukan kepada umat Islam tetapi kepada kelompok radikal teror. Hal yang dibutuhkan adalah sebuah konsensus nasional yang luas. Aliansi politik menjadi masalah penting bagi keamanan nasional kita. Persaingan sudah berlalu dan selesai, kini waktunya bersatu padu menyelamatkan negara.
Ketiga, strategi budaya. Pemerintah bersama tokoh-tokoh agama wajib membantu dan menyadarkan generasi muda Islam di tempat-tempat pendidikan agama. Dari beberapa kasus, mereka ini yang dibina dan dijadikan kader. Beberapa anggota kelompok bersedia dan sadar untuk mati lebih disebabkan karena mampu diyakinkan bahwa “surga” akan didapatnya, dan mereka sudah berada dijalan yang benar. Menjadi tugas kita bersama untuk kembali menyadarkan pemuda-pemuda yang demikian bersemangat, agar kembali memahami pengertian baik dan buruk, pengertian haram dan halal serta pengertian jihad dan mati syahid. Di sisi inilah pemuda itu banyak digelincirkan. Umumnya serangan teror hanya ramai dibicarakan saat kejadian, dan biasanya setelah beberapa lama akan dilupakan. Perang dengan terorisme adalah perang yang sangat serius, kalau dahulu hanya alumnus Ngruki yang dibina, kini nampaknya pengkaderan sudah merambah keorganisasi lain. Yang lebih berbahaya, beberapa yang dikader adalah mereka yang tidak berafiliasi keorganisasi manapun. Strategi budaya harus terus dilakukan pemerintah, kita tidak rela rasanya apabila para pemuda Islam kita yang bersemangat dimanfaatkan dan dilibatkan dalam perang mereka.
Aparat telah mengejar sang Noordin selama lebih dari tujuh tahun, tetapi dia masih bebas berkeliaran dan bahkan mampu melakukan pemboman. Teroris masih bisa hidup karena mereka bercampur dengan rakyat. Oleh karena itu mereka harus dipisahkan dengan rakyat itu. Walau bagaimanapun, dengan jenis senjata termodern sekalipun, dengan strategi yang andal atau taktik yang jitu, sulit untuk memenangkan peperangan menghadapi terorisme tanpa dukungan aktif dan partisipasi dari masyarakat. Teroris tidak akan pernah dapat dikalahkan hanya dengan menggunakan kekuatan fisik saja.
Karena itu memainkan kartu lama digabung dengan kartu baru nampaknya akan lebih bisa diharapkan. Solusi pelengkap dari ketiga strategi itu sederhana saja, aktifkan dan berdayakan Babinsa dan Babin Kamtibmas bersama-sama secara utuh, tidak sebagai pesaing. Babinsa adalah jaringan teritorial yang telah puluhan tahun berpengalaman bergaul dan berperan di masyarakat. Tanpa semuanya itu, maka kita harus terus menerus siap-siap di bom, kita akan “jengkel” karena semua yang sudah di tata itu akan menjadi kacau dan terganggu. Kita akan marah dan kembali akan “jengkel” karena tidak jelas marah kepada siapa. Itulah menakutkannya terorisme.
CARA BANGKIT DARI KETERPURUKAN
1. BUKAN HANYA NASEHAT TAPI SUPPORT YANG NYATA
Seseorang yang mengalami keterpurukkan
dalam usaha, hidup atau apapun tidak hanya
membutuhkan nasehat tapi yang dibutuhkan nya lebih itu, yaitu support yang
nyata, jatuh dan gagal dalam usaha yang dibutuhkannya adalah modal, jatuh dalam
pekerjaan yang dibutuhkannya adalah pekerjaan baru.
Semakin banyak nasehat yang disampaikan
kepada orang terpuruk akan semakin membuat orang tersebut semakin rendah diri,
dan menikmati keterpurukannya, karena dia akan menyesali terus penyebab
keterpurukkannya.
Ada baiknya ketika seseorang putus cinta,
di support dan damping selalu, sebisa mungkin habiskan waktunya dengan kegiatan
positif, apapun kegiatan itu ketika hati dan pikirannya sudah berada dalam
aktivitas positif tersebut, cepat atau lambat keterpurukkannya akan dia
mengerti dan terus berjuang untuk mendapatkan yang lebih baik.
Ketika seorang terkena PHK atau pemutusan
hubungan kerja, jangan vonis dia sepintar mulut kita bicara, tapi carilah
jalan keluar untuk memberikan peluang kerja baru, karena orang yang telah
berusaha bekerja, sudah ada sedikit banyaknya tanggung jawab didirinya terhadap
anak ataupun keluarganya. Jadi jangan banyak nasehat untuk orang seperti ini
tapi berikan PELUANG KERJA BARU.
2. KONSENTRASI DENGAN TARGET BUKAN PROSES
Ketika seseorang yang sebelumnya terpuruk
mencoba berusaha memulai lagi pekerjaan ataupun usahanya biasanya banyak
keraguan di hati dan pikirannya.
Kita sebagai orang terdekat ataupun orang
yang peduli dia, yakinkanlah kepadanya, sebenarnya yang dibutuhkan dalam
PERJUANGAN bukan nya PROSES PERJUANGAN tersebut tapi yang ia butuhkan adalah
HASIL DARI PROSES PERJUANGANNYA SENDIRI.
Dengan dia bisa mendapatkan dan
menyelesaikan proses, sedikit ataupun suksenya nya proses tersebut HARGAI lah,
karena penilaian dalam mencapai HASIL adalah terletak dari PROSES PERJUANGAN
SESEORANG UNTUK MENCAPAI TARGET HASILNYA.
Jangan membuat keraguan kepada orang yang
telah mengalami keterpurukan,tapi teruslah pompa semangatnya, teruslah dukung
usahanya, bukan materi yang dibutuhkannya tapi dukungan moril yang sangat
diperlukannya, memberitahukan apa yang sedang diperjuangkannya itu sangat
penting untuk kehidupannya dan orang-orang yang disayanginya.
3. KUMPULKAN SEMUA KEMAMPUAN
Biasanya orang yang putus asa dan terpuruk
akan lupa dengan kemampuan dirinya, sebagai orang terdekat dari dia,
beritahukan bahwa kemampuannya masih ada, dan itu modal terbesar baginya,
karena orang yang terpuruk lebih cenderung memikirkan masa lalu bukan
memikirkan masa sekarang ataupun masa depannya.
Dampingi
dan support beliau untuk mengarahkannya di kemampuan yang pernah
dimilikinya, baik itu kemampuan waktu bekerja sebelumnya ataupun kemampuan
lain.
Jangan pernah mengkritik jika kondisi hati dan
pikiran beliau masih terpuruk, putus asa. Lebih banyak memberikan masukan untuk
memberitahukan kemampuannya itu lebih baik. Biarkan setelah beliau kuat baru
beritahukan kritikan tersebut.
Ingat orang yang terpuruk dan putus asa
jika di kritik akan membuatnya down dan
lebih cenderung selalu memikirkan kesalahan yang pernah ia lakukan jadi
lebih baik berikan fakta yang ada tentang kemampuan-kemampuannya.
4. JANGAN PEDULIKAN YANG TIDAK MENDUKUNG
Disaat berjuang untuk bangkit dalam
keterpurukkan, banyak halangan yang akan dihadapi, terlebih lagi dari orang
yang pernah membuat anda terpuruk. Untuk berjuang menghadapi diri sendiri saja
sudah sulit, terlebih lagi menghadapi orang yang pernah membuat anda gagal dll.
Jadi pasanglah sikap “urusan kamu adalah
urusan kamu, urusan saya adalah urusan saya jangan ikut campur”, dengan kata
lain cuekin aja apa pendapat dan kritikan orang, dan fokuskan kepada apa yang
ingin dicapai.
Bukan perjuangan namanya jika kita
mendapatkan kesuksesan dengan menerima begitu saja, tapi ketika kita sanggup
mengatasi cobaan dalam proses perjuangan itulah yang sesungguhnya perjuangan,
jangan pedulikan hasil saat itu, tapi konsen dalam proses tersebut dengan tidak
memperdulikan orang yang tidak mendukung, dan teruslah cari pendukung.
Selama proses dan tujuan itu baik, pasti
pendukung untuk kita berjuang semakin banyak, begitupun sebaliknya, jika proses
perjuangan dengan segala cara tidak baik, dengan sendirinya kita tidak dapat
dukungan, andaipun kita berhasil, banyak orang tidak menghargai hasil jerih
payah tersebut.
5. HINDARI GANGGUAN KONSENTRASI DALAM PROSES
Jika tidak bisa menghilangakan gangguan
konsentrasi dalam proses perjuangan, lebih baik hindari sementara waktu sampai
apa yang sedang diperjuangankan itu berhasil kita raih.
Sebaiknya menghindar dari pada menghadapi
ketika kita belum kuat sama sekali, yang akhirnya membuat proses kita gagal
lagi untuk mencapai target. Tidak mudah memang menghindari rintangan, masalah
ketika kita sedang berjuang, tapi akan lebih tidak mudah ketika kita
menghadapinya.
Jadi pasanglah sikap untuk mencapai target
dan konsentrasi dengan proses bukan konsentrasi dengan rintangan, yang hanya
akan menghabiskan waktu dan mengulur waktu kita, hingga targetpun tidak
tercapai pada akhirnya.
6. TERIMA KENYATAAN DAN MAAFKAN SEMUA
,BERUSAHALAH DENGAN IKHLAS
Ketika sedang terpuruk, sangat sulit
menerima kenyataan yang ada, karena keputusasaan telah mempengaruhi pola pikir
dan perasaan kita, cobalah prakatekkan ilmu ikhlas, dengan menerima apa adanya
situasi yang sedang di alami, menerima kenyataan yang ada.
Karena dengan ikhlas kita dapat
menjernihkan pikiran dan hati kita untuk konsentrasi dengan target keberhasilan
kita.
Untuk menerima kenyataan tersebut ada
baiknya kita banyak sharing dengan orang yang kita sayangi, karena hanya
merekalah yang menyebabkan kita berusaha, tapi ketika orang yang kita sayangi
tidak peduli lebih baik cari cara lain, jangan pedulikan mereka.
Carilah orang yang menyayangi kita, karena
hanya mereka yang peduli,ingatalah kita berusaha dalam hidup ini rata-rata
disebabkan orang yang kita sayangi, tapi ketika orang yang kita sayangi tidak
peduli kita, cobalah cari orang yang menyayangi kita, dengan begitu kita bisa
dihargai, barulah tentukan langkah berikutnya untuk orang yang kita sayangi
namun tidak menyayangi kita.
SAHABAT, gagal, putus asa itu WAJAR , tapi
jika kamu terus larut dalam putus asa hingga tenggelam dalam KETERPURUKAN mu
itu, kamu sudah TIDAK WAJAR lagi, siap-siaplah dengan kuburan masa depan KAMU.
salam team 4C
LOWONGAN KERJA
PT. CATUR CAHAYA CITRA CEMERLANG
Perusahaan
yang bergerak di bidang Outsourcing membutuhkan :
1.
Security (15 Orang)
2.
Cleaning service (15 Orang)
3.
Penjaga toko/Counter (2 Orang)
4.
Petugas parkir (20 Orang)
Dengan
spesifikasi dan Persyaratan sebagai berikut :
SECURITY :
ü
Pria/Wanita, Usia maksimal 30 Tahun
ü
Pendidikan Minimal SMA/Sederajat
ü
Bersedia menjalankan training 3 Bulan
ü
Bersikap jujur, bertanggung jawab, dan profesional
ü
Berbadan tinggi, jujur, dan bertanggung jawab
ü
Tidak dalam masa pendidikan
ü
Memiliki Sertifikat Garda Pratama
ü
Bebas narkoba
CLEANING SERVICE, PENJAGA
TOKO/COUNTER, dan PETUGAS PARKIR :
ü
Pria/Wanita, Usia maksimal 30 Tahun
ü
Pendidikan Minimal SMA/Sederajat
ü
Bersedia menjalankan training 3 Bulan
ü
Berpenampilan menarik, rajin, jujur, bertanggung jawab, dan profesional
ü
Tidak dalam masa pendidikan
Kirim berkas lamaran dengan
melampirkan:
Ø
Daftar riwayat hidup
Ø
Foto berwarna 4X6 (2 Lembar)
Ø
Foto Copy KTP
Ø
Foto Copy Kartu Keluarga
Ø
Foto Copy SKCK
Ø
Foto Copy setifikat Garda Pratama (Security)
Ø
Materai Rp. 6000 (2 Lembar)
Jika
anda memenuhi kualifikasi tersebut di atas, segera kirimkan lamaran :
Via Pos JL. DR. WAHIDIN NO. 33
KEPATIHAN, BOJONEGORO
Info lebih lanjut bisa hubungi :
(0353) 5961999
*) Lowongan ditutup sewaktu-waktu kurang lebih 3 Minggu
setelah Info lowongan ini di publikasikan.
Langganan:
Komentar (Atom)