Senin, 04 November 2013

Tips Membentuk Team Building



Team building yang solid, bagi sebuah organisasi atau perusahaan manapun adalah hal mutlak untuk tercapainya  tujuan. Terlebih bagi seorang pimpinan organisasi atau perusahaan tersebut, soliditas tim dibawahnya merupakan ujung tombak prestasi kinerjanya pada perusahaan tersebut. Membangun team yang kompak, solid dan terintegrasi memang tidak mudah. Hal ini dipengaruhi oleh keragaman tipikal orang dalam tim, yang tentu saja menghasilkan pemikiran, pengambilan keputusan, dan gaya berpikir yang berbeda pula.
Namun jika proses team building yang dilakukan seorang manajer sukses, maka hasil kerja yang didapat tentu akan berlipat dengan beragamnya tenaga maupun pikiran. Tidak hanya itu, team yang sukses adalah faktor utama efisiensi dan efektifitas produksi yang dihasilkan. Selain itu, perbedaan produktifitas organisasi/perusahaan juga terlihat dari kuantitas maupun kualitas target yang dicapai. Dan untuk membentuk team yang solid tidak semata dilihat dari orang-orang yang akan dibentuk, tetapi juga memposisikan manajer sebagai bagian dari tim yang akan berjalan.
Berikut beberapa cara membentuk team building :

1. Tetapkan Target.
Target yang ditetapkan minimal mencakup 2 macam hal, yakni : target perusahaan/organisasi dan target personal seorang pimpinan. Target perusahaan/organisasi adalah pakem minimal yang harus dicapai dari team building yang terbentuk alias target-target ‘standar’ produktifitas perusahaan/organisasi tersebut. Sementara target personal seorang pimpinan adalah hasil tambahan yang mungkin dicapai oleh team building yang dibentuk. Misalnya, penambahan kapasitas maupun kompetensi dari masing-masing personal selama tim berjalan. Sehingga team building yang dihasilkan dapat terpetakan dengan jelas dan terukur, dari sisi produktifitas yang dihasilkan maupun skill masing-masing anggota. Peningkatan skill tentu berpengaruh pada kuantitas dan kualitas yang dihasilkan team building tersebut dan mampu membuka peluang prestasi kerja yang terbaik di setiap tugas.

2. Tentukan Program.
Penentuan program harus sejalan dengan target yang telah ditetapkan. Program yang baik adalah program yang mampu memperesentasikan langkah dan cara dalam mencapai keseluruhan target yang telah ditetapkan. Program tersebut akan membuktikan sejauh mana seorang pimpinan team building mampu merealisasikan targetnya dan perusahaan. Pada penentuan program inilah kualitas seseorang menjadi pemimpin team building akan dibuktikan sebelum dia melakukan pekerjaan bersama timnya. Penentuan program dan mekanisme jadwal pelaksanaan ini sangat krusial dalam membentuk soliditas team karena penentuan program ini merupakan langkah awal perjalanan sebuah tim yang akan dibentuk.

3. Pemilihan Personal.
Mengapa pemilihan personal menjadi poin ketiga. Sebab pemilihan personal adalah hal terakhir yang harus dikhawatirkan pemimpin tim. Setelah melakukan kedua langkah di atas, maka memilih personal yang akan menjadi anggota team lebih mudah. Kedua hal di atas adalah ‘piranti lunak’ yang harus dimiliki seorang pimpinan tim, dan anggota tim adalah ‘perangkat keras’ yang akan merealisasikannya. Tetapi jika sudah terbentuk team , maka seorang pimpinan tetap berpedoman pada target yang telah ditentukan dengan tidak menutup kemungkinan perubahan cara/langkah pada pelaksanaan program.
Semoga ketiga tips tersebut bermanfaat bagi anda yang akan mengawali pembentukan team building. Selamat bekerja!

salam team 4c

Tidak ada komentar:

Posting Komentar